Saya mau nanya ust apakah saya ini seorang munafik ust, krn iman saya selalu naik dan turun. Terkadang saya rindu Allah terkadang tidak dan bagaimana cara menjaga iman ?
Terima ksh ust..
Asalamualaikum wr.Wb
Fauzan Anshari
09 Juli 2009
Waalaikumussalam warahmatullah
Ananda fauzan yang dirahmati Allah..
Ciri-ciri orang munafik itu ada tiga sesuai hadits nabi.
"Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya".(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu iman yang naik turun sebetulnya tidak ada hubungannya dengan sifat munafik. Jadi jika ananda tidak mempunyai sifat seperti yang disebutkan di atas maka tidak ada alasan untuk merasa sebagai seorang yang munafik. Mengenai iman yang naik atau turun secara fitrah memang Allah SWT sudah menjadikannya demikian. Iman yang selalu terjaga adalah malaikat, sedangkan manusia selalu berubah-ubah. Mungkin ada kalanya ananda merasa sangat dekat dengan Allah atau terkadang justru merasa sangat jauh dari Allah. Nah, ketika jauh dari Allah inilah kita harus segera kembali kepada seruan Allah. Caranya bagaimana untuk mencegah iman agar tetap terjaga ?
1. Menanam pemahaman yang benar, kuat dan dalam
Aqidah dan pemahaman Islam itu ibarat tumbuhan, bila tidak memiliki akar yang kuat menghujam ke dalam bumi, maka dia tidak akan bisa tegak berdiri. Angin sepoi-sepoi yang berhembus sudah dapat membuatnya roboh. Sebaliknya, pohon yang akarnya menghujam kebumi tidak akan bergerak meski angin ribut bercampur badai mengamuk.
Perumpamaan ini sesuai dengan apa yang Allah sebutkan dalam Al-quran Al-Kariem :
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (QS. Ibrahim : 24-25).
Sehingga agar aqidah dan pemahaman Islam ini menjadi kuat dan tegak, haruslah ditanam dengan benar agar akar-akarnya benar-benar menghujam ke bumi. Batangnya akan kuat menahan gempuran sebesar apapun. Dalam hal ini adalah sistem pembinaan yang menekankan kedalaman aqidah dan keaslian ajaran Islam serta kemampuan untuk dapat mengakses langsung sumber-sumber Islam dari mata airnya menjadi sesuatu yang mutlak untuk dilakukan.
2. Selalu mengaitkan semua kejadian dan pengalaman hidup kepada Allah
Agar iman ini benar-benar menyatu dalam jiwa, maka kita perlu menjadikan iman sebagai kacamata kehidupan sehari-hari dengan tidak membiarkan satu tititk pun dalam kehidupan kita yang tidak dirambah dengan pendekatan syar`i.
Untuk itu kita harus selalu menghadirkan Allah dalam setiap langkah dan aktifitas kita. Realisasinya adalah selalu menjadikan syariat Islam sebagai format berpikir, memandang dan bertindak dalam setiap sendiri kehidupan sehari-hari.
3. Bergaul dengan sesama orang beriman
4. Selalu melakukan muhasabah pribadi
5. Selalu mengingat hari qiyamat
6. Segera berhenti dari dosa sebelum terlambat
7. Berdoa agar selalu dikuatkan iman dan istiqamah
Cara yang paling cepat untuk "mengobati" hati yang sedang sakit ini adalah mengingat mati. Apabila kita sedang jauh dari Allah dan sedang bergumul dengan dosa, maka cepatlah cari waktu untuk merenung, berdiam diri, melihat alam, mengingat dosa yang sudah kita lakukan. Lalu ingatlah kembali apa tujuan kita dalam hidup, untuk bersenang2 di dunia atau di akhirat. Lalu ananda bayangkan bagaimana jika Allah mentakdirkan umur kita hanya sampai hari ini dan kita meninggal dalam keadaan dosa. Sungguh malu dan hina bukan, menghadap Allah dalam keadaan yang buruk....
Jadi setiap akan melakukan suatu aktivitas, pikirkanlah baik-baik. Apakah Allah akan ridha dengan apa yang kita lakukan atau tidak. Mintalah petunjuk Allah dan ampunan dosa sesegera mungkin. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf bagi hambaNya yang mau bertobat....
Selamat menambah iman
Ryoi Al Jauzi